Halaman

Senin, 02 Desember 2013

DI BALIK KESULITAN



DI BALIK KESULITAN..
by Embun Pagi on Friday, May 13, 2011 at 6:03am
Bismillaahirrohmanirrohiim,
Ikhwah..
Janganlah bersedih sebab ALLAAH senantiasa membelamu, 
Para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mu , 
orang mukmin bersatu mendoakanmu setiap selesai shalat,
Nabi memberikan saffat dan Al-Quran memberikan janji yang baik. 
Namun diatas segalanya, ada kasih sayang Dzat Yang MAha Pengasih.
Jangan bersedih,sesungguhnya setiap satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat. Bahkan dengan kelipatan yang tidak terhingga.
Sedangkan kejahatan itu hanya akan di balas dengan kejahatan yang serupa,kecuali jika ALLAH memberikan ampunan.
Bukankah ALLAH memiliki demikian banyak kemurahan yang tidak ada bandingannya ?
Jangan bersedih, karena kalian termasuk pemuka2 tauhid,pembawa agama yang haq,dan ahli kiblat.
Dalam diri mu terdapat dasar cinta kepada ALLAH dan Rasululah.
Jika dirimu merasa menyesal saat melakukan dosa dan gembira saat melakukan sebuah kebaikan, maka dirimu memiliki kebaikan tetapi tidak menyadarinya.
Jangan bersedih karena kamu selalu berada dalam kebaikan, baik dalam keadaan sengsara maupun dalam keadaan senang, dalam keadaan kaya maupun miskin, dan dalam keadaan tertekan maupun dalam keadaan lapang.
Sebagaimana Rasululah sabdakan:
"Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika di timpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan tejadi pada orang mukmin."


Sudah menjadi kodrat manusia bahwa hidupnya memang penuh dengan kesulitan, penuh dengan penderitaan dan penuh dengan perjuangan, supaya kelak akan bisa dinilai siapa2 yang sesungguhnya tetap beriman kepada ALLAAH yang Esa. 
Supaya kelak DIA tau mana2 hamba NYA yang 'tahan uji' dan mana2 yang nantinya akan menyerah kalah dengan semua kesulitannya.
Apa sih sesungguhnya di balik semua kesulitan ini ?
Bukankah RABB mu juga berfirman bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan ?
Bukankah ALLAAH selalu bersama orang2 yang sabar ?
Yaitu orang yang ketika di timpa sebuah musibah, dia akan berkata.. Bahwa sesungguhnya semua ini berasal dari ALLAAH ,dan kepada NYA lah semua ini akan di kembalkan.

Banyak orang menyangka jika bahagia itu ada dalam harta benda.
Maka semakin banyak orang yang berlomba-lomba mencari harta kekayaan sebanyak mungkin
Rela meninggalkan anak istri untuk merantau ke negeri orang, panas hujan, siang malam berjuang mencari harta benda yang disangkanya akan membawa kepada kebahagiaan.
Terkadang kitapun melihat, banyak orang yang menghalalkan segala cara demi mencapai harta benda.
Dengan menipu sana sini, merusak, menjarah dan kalo perlu membunuh demi harta benda.
Namun benarkah setelah harta tercapai, kita segera bisa merasakan bahagia ?
Benarkah setelah kita kaya, kita bisa berhenti dari 'perjuangan' mencari Bahagia ?
Is it the end of our effort of the pursuit of happiness ?
Rasanya tidak.
Banyak kita lihat,semakin banyak harta membuat orang malah semakin gelisah.
Ada yang takut hartanya berkurang.
Ada yang semakin kikir.
Ada yang semakin tidak peduli dengan sesamanya (bahkan dengan saudaranya).
Ada yang semakin 'greedy' (semakin kemaruk pingin nambah lebih banyak lagi)
Dan lain-lain reaksi yang bisa kita lihat karena harta.
Adakah harta yang salah ?
Rasulullah memberikan tuntunan dalam hal harta:
"Sebaik-baik harta yang baik untuk hamba ALLAAH yang baik/saleh"
Harta yang baik akan menjadi 'senjata' yang luar biasa bagi hamba ALLAAH yang baik/saleh.
Hartanya tidak salah, tetapi pemilik harta itulah yang menentukan.
Bagi hamba ALLAAH yang saleh,dengan adanya harta itu akan menjadikannya lebih banyak bersyukur dengan nikmat yang ALLAAH karuniakan kepadanya.
Dengan harta itu tercapailah niatnya untuk membantu sesamanya.
Menyediakan buka puasa bagi keluarganya, saudara maupun sesama muslim di masjid, berinfak, bersedeqah, berkorban dan lain2 kegiatan yang mulia.
Semoga apa yang kita kerjakan bisa membawa manfaat , bekal dan syafaat bagi diri kita, keluarga, anak istri, orang tua dan orang-orang disekitar kita..
Doa Nabi Adam Alaihissalam : Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin (Al-A'raf 23)
Ya ALLAAH , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.
 Doa Nabi Nuh : “ Robbi inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni akum minal khosirin “   (surat Hud : 47)
Ya RABB ku sesungguhnya aku berlindung kepada MU dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan sekiranya tidak ENGKAU ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang – orang yang merugi
Doa Nabi Muhammad Sholallaahu 'alaihi wassalam : “ Robbana latuzig qullubana ba’daidz haddaitana wahabblana miladunka, rohmatan innaka antal wahab”   (Ali Imron : 8 )
Ya RABB ku janganlah ENGKAU palingkan hati kami setelah ENGKAU beri petunjuk, dan berilah kami rahmat, sesungguhnya ENGKAU adalah Dzat yang banyak pemberiannya.
Wallaahu a'lam bish showab. Jazakumullaahu khoiron.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar