DI BALIK KESULITAN..
Bismillaahirrohmanirrohiim,
Ikhwah..
Janganlah bersedih sebab ALLAAH
senantiasa membelamu,
Para malaikat selalu memintakan
ampunan untuk mu ,
orang mukmin bersatu mendoakanmu
setiap selesai shalat,
Nabi memberikan saffat dan Al-Quran
memberikan janji yang baik.
Namun diatas segalanya, ada kasih
sayang Dzat Yang MAha Pengasih.
Jangan bersedih,sesungguhnya setiap
satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus
kali lipat. Bahkan dengan kelipatan yang tidak terhingga.
Sedangkan kejahatan itu hanya akan
di balas dengan kejahatan yang serupa,kecuali jika ALLAH memberikan ampunan.
Bukankah ALLAH memiliki demikian
banyak kemurahan yang tidak ada bandingannya ?
Jangan bersedih, karena kalian
termasuk pemuka2 tauhid,pembawa agama yang haq,dan ahli kiblat.
Dalam diri mu terdapat dasar cinta
kepada ALLAH dan Rasululah.
Jika dirimu merasa menyesal saat
melakukan dosa dan gembira saat melakukan sebuah kebaikan, maka dirimu memiliki
kebaikan tetapi tidak menyadarinya.
Jangan bersedih karena kamu selalu
berada dalam kebaikan, baik dalam keadaan sengsara maupun dalam keadaan senang,
dalam keadaan kaya maupun miskin, dan dalam keadaan tertekan maupun dalam
keadaan lapang.
Sebagaimana Rasululah sabdakan:
"Sungguh unik perkara orang
mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur,
maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika di timpa musibah ia
bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan
tejadi pada orang mukmin."
Sudah menjadi kodrat manusia bahwa
hidupnya memang penuh dengan kesulitan, penuh dengan penderitaan dan penuh
dengan perjuangan, supaya kelak akan bisa dinilai siapa2 yang sesungguhnya
tetap beriman kepada ALLAAH yang Esa.
Supaya kelak DIA tau mana2 hamba NYA
yang 'tahan uji' dan mana2 yang nantinya akan menyerah kalah dengan semua
kesulitannya.
Apa sih sesungguhnya di balik semua
kesulitan ini ?
Bukankah RABB mu juga berfirman
bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan ?
Bukankah ALLAAH selalu bersama
orang2 yang sabar ?
Yaitu orang yang ketika di timpa
sebuah musibah, dia akan berkata.. Bahwa sesungguhnya semua ini berasal dari
ALLAAH ,dan kepada NYA lah semua ini akan di kembalkan.
Banyak orang menyangka jika bahagia
itu ada dalam harta benda.
Maka semakin banyak orang yang
berlomba-lomba mencari harta kekayaan sebanyak mungkin
Rela meninggalkan anak istri untuk
merantau ke negeri orang, panas hujan, siang malam berjuang mencari harta benda
yang disangkanya akan membawa kepada kebahagiaan.
Terkadang kitapun melihat, banyak
orang yang menghalalkan segala cara demi mencapai harta benda.
Dengan menipu sana sini, merusak,
menjarah dan kalo perlu membunuh demi harta benda.
Namun benarkah setelah harta
tercapai, kita segera bisa merasakan bahagia ?
Benarkah setelah kita kaya, kita
bisa berhenti dari 'perjuangan' mencari Bahagia ?
Is it the
end of our effort of the pursuit of happiness ?
Rasanya tidak.
Banyak kita lihat,semakin banyak
harta membuat orang malah semakin gelisah.
Ada yang takut hartanya berkurang.
Ada yang semakin kikir.
Ada yang semakin tidak peduli dengan
sesamanya (bahkan dengan saudaranya).
Ada yang semakin 'greedy'
(semakin kemaruk pingin nambah lebih banyak lagi)
Dan lain-lain reaksi yang bisa kita
lihat karena harta.
Adakah harta yang salah ?
Rasulullah memberikan tuntunan dalam
hal harta:
"Sebaik-baik
harta yang baik untuk hamba ALLAAH yang baik/saleh"
Harta yang baik akan menjadi
'senjata' yang luar biasa bagi hamba ALLAAH yang baik/saleh.
Hartanya tidak salah, tetapi pemilik
harta itulah yang menentukan.
Bagi hamba ALLAAH yang saleh,dengan
adanya harta itu akan menjadikannya lebih banyak bersyukur dengan nikmat yang
ALLAAH karuniakan kepadanya.
Dengan harta itu tercapailah niatnya
untuk membantu sesamanya.
Menyediakan buka puasa bagi
keluarganya, saudara maupun sesama muslim di masjid, berinfak, bersedeqah,
berkorban dan lain2 kegiatan yang mulia.
Semoga apa yang kita kerjakan bisa
membawa manfaat , bekal dan syafaat bagi diri kita, keluarga, anak istri, orang
tua dan orang-orang disekitar kita..
Doa Nabi Adam Alaihissalam : Robbana
dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin (Al-A'raf
23)
Ya ALLAAH , kami telah mendholimi
pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami
tentulah kami menjadi orang yang rugi.
Doa Nabi Nuh : “ Robbi
inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni
akum minal khosirin “ (surat Hud : 47)
Ya RABB ku sesungguhnya aku
berlindung kepada MU dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan
sekiranya tidak ENGKAU ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang –
orang yang merugi
Doa Nabi Muhammad Sholallaahu
'alaihi wassalam : “ Robbana latuzig qullubana ba’daidz haddaitana
wahabblana miladunka, rohmatan innaka antal wahab” (Ali Imron :
8 )
Ya RABB ku janganlah ENGKAU
palingkan hati kami setelah ENGKAU beri petunjuk, dan berilah kami rahmat,
sesungguhnya ENGKAU adalah Dzat yang banyak pemberiannya.
Wallaahu a'lam bish showab. Jazakumullaahu
khoiron.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar